<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25645">
<titleInfo>
<title><![CDATA[HIGIENE DAN SANITASI  PROSES PENGALENGAN GUDEG Bu Tjitro 1925 DI CV. BUANA CITRA SENTOSA YOGYAKARTA JAWA TENGAH]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arini Zulfia</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 Cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN 
 
 
Higiene dan Sanitasi Proses Pengalengan Gudeg Bu Tjitro 1925 di CV. Buana Citra Sentosa Jogjakarta Jawa Tengah. Arini Zulfia, NIM.B32140837, Tahun 2017, 40 hlm., Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Mokh. Fatoni Kurnianto, S.Tp,MP (Pembimbing Utama).  Pengalengan merupakan proses pengawetan dengan cara mengemas bahan  makanan tersebut dalam kaleng yang ditutup rapat secar hermetis, kemudian pengalengan melalui beberapa tahapan yang dilakukan dengan cara pemanasan yaitu metode sterilisasi dan dilakukan pendinginan secara cepat. Proses pengawetan disebabkan dengan adanya pembunuhan mikroorganisme pembusuk dan pathogen oleh panas.  CV.  Buana  Citra  Sentosa  merupakan  industri  menengah  yang  bergerak dibidang  pengolahan  produk  makanan  tradisional  yang  dikenal  dengan  nama Gudeg  khas  daerah  Yogyakarta.  Ibu  Jatu  Dwi  Kumala  Sari  yang  merupakan pemilik  perusahaan  CV.  Buana  Citra  Sentosa  keturunan  generasi  ke  4  menjalin kerjasama  dengan  Lembaga  Ilmu  Pengetahuan  Indonesia  (LIPI)  melakukan penelitian mengenai pengalengan gudeg, pada akhirnya terciptalah Gudeg Kaleng Bu Tjitro 1925 sebagai pelopor pertama pengalengan gudeg yang memiliki daya simpan cukup lama yaitu 1 tahun.  Pengalengan yang dilakukan di CV. Buana Citra Sentosa dilakukan dengan cara semi modern, hal ini di sebabkan karena beberapa proses dari setiap tahapan pengalengan  dilakukan  secara  manual,  meliputi  filling,  penimbangan,  penataan pada  exhauster  box  dan  konveyor  seamer.  Beberapa  alat  yang  digunakan  juga masih  sederhana  yang  di  modivikasi  dengan  beberapa  alat  sebagai  penunjang fungsi  dari  alat  tersebut,  sehingga  bisa  digunakan  sebagai  alat  sterilisasi  dan exhausting seperti exhauster box berupa dandang besar yang diberi pipa dan keran untuk  mengalirkan  uap  panas  dari  boiler  juga  dilengkapi  dengan  thermocontrolsebagai pengontrol suhu ruang yang ada di dalam exhauster box. Proses  pengalengan ini dilakukan untuk memperpanjang masa simpan Gudeg tanpa menggunakan bahan pengawet apapun.  Gudeg salah satu produk yang sangat mudah mengalami kerusakan karena merupakan produk basah untuk itu maka dilakukan proses pengalengan. Tahapan-tahapan proses pengalengan di CV. Buana Citra Sentosa meliputi: persiapan, pencucian kaleng kosong, sterilisasi kaleng  kosong,  pengisian  bahan,  penimbangan,  exhausting,  penutupan  kaleng, sterilisasi kaleng, pendinginan, cooding, karantina dan pelabelan.  Titik kritis dalam proses pengalengan terdapat pada proses exhausting dan  sterilisasi. Exhausting dilakukan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di  dalam  bahan  dengan  cara  air  dari  bahan  tersebut  akan  menguap  sehingga  akan mendorong  udara  untuk  keluar.  Sterilisasi  dilakukan  untuk  membunuh  bakteri yang akan merusak bahan. Sterilisais dilakukan selama 45 menit pada suhu 121˚C dengan tekanan 1,5 bar. Waktu dan  suhu sterilisasi ini di dapat dari hasil uji F0. Pengujian  F0  dilakukan  untuk  mengetahui  kecukupan  panas  dan  sterilisasi  pada bahan sehingga dapat menentukan  waktu  yang diperlukan pada suhu 121˚C dan bakteri dianggap 0. Waktu sterilisasi dihitung mulai dari suhu mencapai 100˚C. Kualitas dan keamanan dari produk kaleng Gudeg Bu Tjitro 1925 juga sangat diperhatikan. Oleh karena itu, diperlukan dalam suatu industri makanan   untuk menerapkan prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi yang sesuai dengan standart yang ditentukan.Sanitasi pada suatu industri mencakup sanitasi pada karyawan (higiene),peralatan, ruangan/konstruksi bangunan, ruang pengolahan, bahan baku,proses produksi dan penanganan produk akhir. Pentingnya sanitasi merupakansyarat mutlak bagi industri pangan, sebab sanitasi berpengaruh langsung dantidak langsung terhadap mutu pangan dan daya keawetan produk serta reputasidari perusahaan yang bergerak di bidang pangan. Oleh karena itu, selaindiperlukan cara pengolahan pangan yang baik, perlunya sanitasi juga sangatmendukung kegiatan tersebut.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[TEKNOLOGI INDUSTRI PANGAN]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20200310]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[E-Library POLIJE Sistem Elektronik Tesis Dan Disertasi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[TIP-PKL-2017-38]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[perpuspolije]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[TIP-PKL-2017-38]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13505" url="" path="/B32140837 HALAMAN JUDUL.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[JUDUL]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="13506" url="" path="/B32140837 HALAMAN PENGESAHAN.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PENGESAHAN]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="13507" url="" path="/B32140837 RINGKASAN.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[RINGKASAN]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="13508" url="" path="/B32140837 HALAMAN DAFTAR ISI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DAFTAR ISI]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="13509" url="" path="/B32140837 PRAKATA.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PRAKATA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[B32140837_COVER.PNG.PNG]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[25645]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-03-10 11:05:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-03-10 11:07:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>