<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25137">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KALKULASI LAJU MASSA UAP YANG DIBUTUHKAN DEAERATOR  PT. INDONESIA POWER UNIT 8 SURALAYA, BANTEN  PADA BEBAN 500 MW]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Izza Auliya a Mukholidi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[JURUSAN TEKNIK]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2017]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN 
 
Kalkulasi Laju massa Uap Yang Dibutuhkan Deaerator Pt. Indonesia Power Unit 8 Suralaya, Banten Pada Beban 500 MW, Izza Auliya a Mukholidi, NIMB42131444, Tahun 2017, 136 hlm, Teknik, Politeknik Negeri Jember, Mohammad Nuruddin, S.TP, M.Si (Pembimbing). 
 
Pengalaman kerja nyata di perusahaan yang berkaitan dengan mata kuliah di Program Studi Teknik Energi terbarukan sangat dibutuhkan untuk memperkuat dasar teori yang sudah didapat penulis di perkuliahan. Hal ini dikarenakan sering kali teori dan praktik tidak selaras secara pasti. MKI merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh mahasiswa Politeknik Negeri Jember untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian mahasiswanya. Pengalaman kerja penulis dapatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Banten 1 Suralaya. PLTU Banten 1 Suralaya PLTU ini memiliki kapasitas sebesar 625 MW dengan bahan bakar batu bara rendah kalori yaitu 4200 kcal/kg. Energi listrik yang dihasilkan PLTU Suralaya Unit 8  disalurkan secara langsung melalui jaringan transmisi 500 KV pada system Jawa-Bali, untuk kemudian disalurkan ke Gardu Induk Gandul dan juga Balaraja. Permasalahan yang penulis temukan ketika melakukan kegiatan PKL adalah kebocoran uap yang terjadi di beberapa titik di PLTU. Kebocoran ini menurunkan efisiensi pembangkit. Hal ini dikarenakan korosi pada komponenkomponen di PLTU seperti perpipaan dan valve. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan efisiensi pembangkit dengan inovasi-inovasi yang meningkatkan efektivitas komponen terutama yang dapat mencegah korosi. Deaerator adalah salah satu komponen PLTU yang berfungsi menghilangkan gas-gas terlarut dalam feedwater khususnya oksigen sehingga mencegah  terjadinya korosi pada komponen PLTU terutama pada tube boiler. Deaerator memerlukan pasokan uap auxillary untuk proses deaerasi atau proses pelepasan gas dari feedwater. Jumlah pasokan uap untuk deaerator pada PLTU 
v 
 
Banten 1 Suralaya belum dikontrol sesuai kebutuhan minimum proses deaerasi dan hanya bergantung pada jumlah feedwater dan banyaknya batu-bara yang dibakar. Berdasarkan kegiatan PKL yang telah dilakukan pada 1 Februari 2017 sampai dengan 30 April 2017 didapatkan hasil kalkulasi uap yang dibutuhkan deaerator PLTU Banten 1 Suralaya dalam proses deaerasi. Rata-rata kebutuhan uap minimum pada beban 500 MW dalam periode 6 maret 2017-12 maret 2017 adalah 19,4 kg/s. Data tiap interval 15 menit sekali dengan total jumlah 672 data sejak pukul 00.00 tanggal 6 maret 2017  hingga 12 maret 2017 diolah di microsoft excel sehingga didapatkan grafik hubungan laju feedwater dan inlet steam/ uap yang dibutuhkan deaerator memiliki nilai regresi 0,628. Sesuai data di lapangan, hal ini mengindikasikan laju massa feedwater tidak berbanding lurus dengan uap minimum yang dibutuhkan dikarenakan cukup banyak variabel lain yang harus diperhitungkan seperti tekanan deaerator, suhu air, suhu uap masuk dan laju massa steam yang keluar dari deaerator. Selain itu, deaerator juga berfungsi meningkatkan suhu feedwater sehingga mencegah timbulnya thermal stress.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[TEKNIK ENERGI TERBARUKAN]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20200225]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[E-Library POLIJE Sistem Elektronik Tesis Dan Disertasi]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[TET-PKL-2017-07]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[perpuspolije]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[TET-PKL-2017-07]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="11352" url="" path="/1. HALAMAN JUDUL.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[HALAMAN JUDUL]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11353" url="" path="/2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[HALAMAN PENGESAHAN]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11354" url="" path="/3. PRAKATA.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PRAKATA]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11355" url="" path="/4. RINGKASAN.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[RINGKASAN]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11356" url="" path="/5. DAFTAR ISI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DAFTAR ISI]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[B42131444_COVER.PNG.PNG]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[25137]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-25 09:36:44]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-02-25 09:38:14]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>