FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ON STEAM TURBINE PT. INDONESIA POWER PLTU BANTEN 1 SURALAYA
RAHAYU DWI AGUSTIN - Personal Name (Pengarang)
Text
English
2017
JURUSAN TEKNIK : PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN
RINGKASAN
Steam Turbine Failure Mode And Effect Analysis PT. Indonesia Power PLTU Banten 1 Suralaya, Rahayu Dwi Agustin, NIM B42130385, Tahun 2017, 184 hlm, Teknik, Politeknik Negeri Jember, Mochammad Nuruddin, ST., M.Si. (Pembimbing).
Analisa kegagalan turbin yang digunakan adalah FMEA dengan konsentrasi yaitu analisa pareto dengan nilai RPN. Nilai RPN didapat dari penilaian occurrence, severity dan detection oleh pihak yang bertugas. Sehingga ketiga nilai tersebut dikalikan yang menghasilkan nilai RPN. Pada turbin PLTU Banten 1 Suralaya yang digunakan adalah turbin reheat yang terdapat HP (high pressure) turbin, IP (intermediet pressure) turbin dan LP (low pressure) turbin. Setiap turbin memiliki beberapa komponen yang terdapat kegagalan. Faktor penyebab terjadi kegagalan adalah rusak atau terdapat gangguan pada komponen sehingga menyebabkan kegagalan yang dapat mengganggu proses operasi turbin dan performa turbin. Pengaruh dari kegagalannya yaitu konsekuensi secara langsung pada system pembangkit yang akan berakibat pada konsumen. HP, IP dan LP turbin masing-masing terdapat ± 8 komponen yang mengalami kegagalan dengan beberapa penyebab. Secara merata dampak yang ditimbulkan adalah mengurangi kekuatan material, kemampuan pindah panas komponen, performa turbin dan sistem shutdown atau tripped. Setelah pengolahan data dengan menggunakan analisa pareto dapat mengetahui komponen yang paling riskan terhadap operasi turbin dan yang paling utama dibutuhkan penanganan utama agar tidak menyebabkan dampak atau efek berlebih saat sistem beroperasi. Pada HP turbin nilai RPN yang tertinggi pada kegagalan high metal temp hp ip rotor dengan nilai RPN 64 dan terendah pada sudu rotor dengan faktor kegagalan vibrasi tinggi dengan nilai RPN 26,57. Pada IP turbin nilai RPN yang tertinggi pada kegagalan high metal temp hp ip rotor dengan nilai RPN 64 dan terendah pada sudu rotor dengan faktor kegagalan vibrasi tinggi dengan nilai RPN
vii
24,29. Pada LP turbin nilai RPN yang tertinggi pada kegagalan lp rotor high metal temp dengan nilai RPN 64 dan terendah pada sudu rotor dengan faktor kegagalan vibrasi tinggi dengan nilai RPN 28,50. Secara umum pada kegagalan tertinggi, penanganan atau tindakan yang direkomendasikan adalah cek inspeksi, monitor/kontrol komponen suhu,kontaminasi, purifier, maintenance, dan penggantian filter.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
POLITEKNIK NEGERI JEMBER |
Pengarang |
RAHAYU DWI AGUSTIN - Personal Name (Pengarang) |
Edisi |
Publish |
No. Panggil |
|
Subyek |
TEKNIK ENERGI TERBARUKAN
|
Klasifikasi |
|
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
English |
Penerbit |
PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN |
Tahun Terbit |
2017 |
Tempat Terbit |
JURUSAN TEKNIK |
Deskripsi Fisik |
20 Cm |
Info Detil Spesifik |
|
Citation
RAHAYU DWI AGUSTIN. (2017).
FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ON STEAM TURBINE PT. INDONESIA POWER PLTU BANTEN 1 SURALAYA(Publish).JURUSAN TEKNIK:PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN
RAHAYU DWI AGUSTIN.
FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ON STEAM TURBINE PT. INDONESIA POWER PLTU BANTEN 1 SURALAYA(Publish).JURUSAN TEKNIK:PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN,2017.Text
RAHAYU DWI AGUSTIN.
FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ON STEAM TURBINE PT. INDONESIA POWER PLTU BANTEN 1 SURALAYA(Publish).JURUSAN TEKNIK:PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN,2017.Text
RAHAYU DWI AGUSTIN.
FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ON STEAM TURBINE PT. INDONESIA POWER PLTU BANTEN 1 SURALAYA(Publish).JURUSAN TEKNIK:PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN,2017.Text