USAHA PEMELIHARAAN ITIK PEDAGING DENGAN PEMBERIAN HIJAUAN KANGKUNG (Impomoea aquatica) FERMENTASI DALAM RANSUM
Ahmad Kamil - Personal Name (Pengarang)
Text
English
2018
JURUSAN PETERNAKAN : PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK
RINGKASAN
Usaha Pemeliharaan Itik Pedaging dengan Penambahan Hijauan Kangkung
(Impomoea aquatica) Fermentasi dalam Ransum, Ahmad kamil, Nim
C31151046, Tahun 2018, 38 hlm, Produksi ternak, Politeknik Negeri Jember,
Nurkholis, S.Pt, Mp (Pembimbing Utama).
Itik peking merupakan jenis itik unggulan penghasil daging. Itik peking memiliki badan yang cukup kompak dibandingkan dengan jenis itik lainnya. Keunggulan dari itik peking ini ditunjukkan dengan cepatnya pertumbuhan dalam waktu 2 bulan berat badan bisa mencapai kurang lebih 3 kg , tingkat kematian umumnya kecil dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap serangan penyakit. Kangkung termasuk dalam jenis tanaman hijauan yang mempunyai nilai nutrisi yang cukup tinggi, akan tetapi penggunaan hijauan kangkung sebagai pakan ternak terkendala oleh kandungan serat kasarnya yaitu 16,1744 %. Fermentasi merupakan kemajuan bioteknologi dengan memanfaatkan mikroba yang bersifat memecah komponen-komponen kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Ciri – ciri hijauan terfermentasi yaitu memiliki warna hijau kekuningan, memiliki bau seperti buah-buahan dan sedikit asam, memiliki terkstur kering dan apabila di pegang terasa lembut dan empuk. Kandungan serat kasar pada kangkung menurun hingga 11,83% dan protein meningkat dari 24% menjadi 28% setelah difermentasi menggunakan probiotik selama 7 hari. Pemberian hijauan kangkung fermentasi dalam ransum diharapkan
dapat meningkatkan performa dan dapat mengurangi biaya pakan. Pelaksanaan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pemberian hijaun kangkung fermentasi sebanyak 20% dapat meningkatkan performa itik pedaging. Pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 31 Mei 2018 – 01 Juli 2018 di desa Karangsono, kec. Bangsalasari, kab. Jember. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pemberian hijaun kangkung fermentasi dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi ransum sebesar 3.060,5 gr/ekor dengan mencapai boobot badan akhir sebesar 1.662,5 gr/ekor, FCR kumulatif 1,9 dan total keuntungan sebesar Rp. 542.600.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
Ahmad Kamil |
Pengarang |
Ahmad Kamil - Personal Name (Pengarang) |
Edisi |
Publish |
No. Panggil |
|
Subyek |
PRODUKSI TERNAK
|
Klasifikasi |
|
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
English |
Penerbit |
PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK |
Tahun Terbit |
2018 |
Tempat Terbit |
JURUSAN PETERNAKAN |
Deskripsi Fisik |
20 Cm |
Info Detil Spesifik |
|
Citation
Ahmad Kamil. (2018).
USAHA PEMELIHARAAN ITIK PEDAGING DENGAN PEMBERIAN HIJAUAN KANGKUNG (Impomoea aquatica) FERMENTASI DALAM RANSUM(Publish).JURUSAN PETERNAKAN:PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK
Ahmad Kamil.
USAHA PEMELIHARAAN ITIK PEDAGING DENGAN PEMBERIAN HIJAUAN KANGKUNG (Impomoea aquatica) FERMENTASI DALAM RANSUM(Publish).JURUSAN PETERNAKAN:PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK,2018.Text
Ahmad Kamil.
USAHA PEMELIHARAAN ITIK PEDAGING DENGAN PEMBERIAN HIJAUAN KANGKUNG (Impomoea aquatica) FERMENTASI DALAM RANSUM(Publish).JURUSAN PETERNAKAN:PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK,2018.Text
Ahmad Kamil.
USAHA PEMELIHARAAN ITIK PEDAGING DENGAN PEMBERIAN HIJAUAN KANGKUNG (Impomoea aquatica) FERMENTASI DALAM RANSUM(Publish).JURUSAN PETERNAKAN:PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK,2018.Text